Mikroskop vs Teleskop

Seorang teman saya pernah memberikan sebuah buku karangan John Piper ketika dia mau kembali ke Amerika setelah kunjungannya di Indonesia. Ketika saya membacanya, ada satu pelajaran yang menarik tentang perbedaan antara mikroskop dan teleskop. Ternyata fungsi kedua alat ini adalah alat untuk melihat benda-benda yang kecil, tapi cara kerja kedua alat ini sangat berbeda satu dengan yang lain. Pertama, kita semua tahu mikroskop adalah alat untuk melihat benda-benda kecil bahkan terkecil sekalipun dapat kita lihat. Cara kerjanya adalah mikroskop memiliki satu lensa yang dapat memperbesar ukuran benda tersebut sehingga menghasilkan ukuran yang cukup besar untuk dilihat oleh mata kita. Sedangkan teleskop berbeda. Teleskop juga adalah alat untuk melihat benda kecil, tetapi yang berbeda adalah alat ini dipakai untuk melihat benda yang terlihat kecil dari mata kita tetapi sesungguh benda ini besar atau sangat besar. Jarak pandanglah yang membuat benda tersebut terlihat kecil. Penemu teleskop menciptakannya untuk melihat benda-benda langit yang jaraknya sangat jauh dari bumi.

Pengalaman Baru

Setahun sekali Jakarta menjadi tempat yang paling enak untuk hidup, tidak ada kemacetan dan tidak ada polusi udara akibat asap knalpot bus-bus yang hitam. Udara yang bersih dan segar, ditambah lagi dengan kecerahan pada siang hari sepanjang perjalanan kami dari Tangerang ke Jakarta. Hari kedua libur Lebaran ini kami gunakan untuk mengunjungi beberapa kenalan kami yang sedang terbaring sakit di rumah mereka dan sekeluarga yang berduka di Jakarta, dan sekeluarga yang masuk dalam jadwal kunjungan kami di Teluk Naga, Tangerang. Jadi, perjalanan kami cukup jauh hari ini.

Selama perjalanan ini, saya merenung dan mengamati setiap kejadian. Allah mengajarkan hal yang baru kepada saya. Sebelumnya, saya tidak pernah mengalami pengalaman kunjungan yang sebenarnya. Memang saya pernah melakukan kunjungan ke rumah-rumah sejak saya melayani di Balikpapan, tetapi makna sesungguhnya belum saya mengerti, sampai hari itu saya baru mengerti dan mengalami apa yang Allah taruh di hati saya. Kasih Allah yang begitu besar dapat saya rasakan ketika kami mengunjungi keluarga yang bapaknya terserang stroke beberapa bulan yang lalu. Bapak ini benar-benar tidak bisa melakukan apa-apa, hanya terbaring kaku di tempat tidur, dengan selang di hidung. Istri dan anak-anaknya dengan setia selalu menemani, melayani dan berdoa untuk suami dan ayah mereka. Keluarga ini juga melayani di gereja yang sama dengan saya.